Minggu, 26 April 2009
Bagaimana hasil first mention coroner court? Apa saja serba-serbi coroner, sejauh mana persiapan keluarga dan tim verivikasi menghadapi persidangan coroner pada 20-26 Mei mendatang, upaya-upaya apa yang telah dilakukan dalam pencarian saksi, bagaimana pengalaman perjuangan tim verivikasi untuk membuka tabir misteri kematian David di lapangan ?
Press conference, akan diadakan pada :
Hari/Tanggal : Senin, 27 April 2009
Waktu : 13.30 WIB – selesai
Tempat : THE GREEN Resto & Club - Jl Kemang Raya No 25
Jakarta 12730 (Depan Pos Polisi Kemang)
Narasumber : 1. Ketua Team Verifikasi, Iwan Piliang
2. Kakak Korban, William Hartanto
3. Ayah Korban, Hartono Widjaja
4. Advokasi Public Relation, Christovita Wiloto
Demikian undangan
Selasa, 21 April 2009
Rangkuman Fakta Berdasarkan Kronologis Kejadian Dalam Kasus David Hartanto Wijaya
Diterjemahkan oleh: Foxtrot/Lucifer
Saya rasa ini adalah saatnya merangkum fakta fakta yang kami kumpulkan sampai sekarang . Ketika saya tidak pasti /ragu akan suatu fakta, saya akan menuliskan pesan dalam kurung "butuh konfirmasi lebih lanjut". Mohon bantu saya untuk cek ulang atas segala hal,dan beri tahu saya apabila saya melupakan sesuatu atau membuat suatu kesalahan. Saya sungguh berharap ini akan membantu kami membangun pemikiran kami
*David Hartanto Wijaya*
1)Merupakan pelajar Indonesia yang terpilih untuk mewakili negaranya pada Olimpiade Matematika Internasional (OMI) semasa SMU nya di SMUK 1, Jakarta
2)Dia dikenal sebagai pribadi yang riang,menyenangkan,sopan dan tidak mudah stress.Salah satu temannya di OMI mengatakan bahkan pada saat dia tidak berhasil mewakili Indonesia dalam OMI, dia tidak menunjukan adanya rasa kecewa dan depresi
3)Dia seorang pengemar game,menghabiskan waktu berjam jam tiap hari untuk main game komputer.Salah satu teman game onlinenya bersaksi bahwa David yang dikenal dengan nickname Majin/Terra Majin,adalah pribadi yang lucu,menyenangkan dan humoris. Beberapa game yang dimainkannya adalah Destiny Online dan Hammerfall RPG di Facebook
4)Beasiswa David ditarik menjelang akhir semester 7 berdasarkan grade/nilainya yang turun dibawah 3,5 GPA sebagaimana yang disyaratkan.David segera memberitahu ke keluarganya setelah dia mengetahui beasiswanya dicabut, kira kira 3 minggu sebelum insiden.David dan keluarganya dapat menerima kenyataan itu dan mereka juga tidak mengalami masalah untuk pembayaran sebesar $3000 untuk semester akhir (8) David
*Tugas Akhir*
1)Prof Chan Kap Luk (CKL) merupakan pembimbing atau supervisor David di tugas Industrial Attachment
2)Para mahasiswa di NTU diberi kebebasan untuk memilih profesornya dan judul proyek. David mungkin memilih CKL karena merasa puas akan hubungan/kerjasamanya semasa tugas Industrial Attachment
3)Judul Proyek David adalah :Multiview acquisition from Multi-camera configuration for person adaptive 3D display. Tujuannya adalah menghasilkan gambar 3D dari objek dengan memproses gambar yang dihasilkan oleh multiple kamera.Jika proyeknya berhasil maka teknologi ini merupakan terobosan baru teknologi di bidang pertahanan dan militer
4)Proyek ini dilaporkan menerima dana sebesar $500rb dari pihak yang tidak diketahui (masih membutuhkan konfirmasi atas hal ini). Masih belum diketahui apakah dana ini hanya untuk membiayai proyek ini atau Tugas Akhir ini hanya merupakan bagian dari suatu proyek yang lebih besar
5)TA ini merupakan program 2 semester, dimana draft TA sudah harus dilaporkan 4-6 minggu sebelum semester 8 dan dan finalnya sudah harus dilaporkan beberapa minggu sesudah memasuki semester 8
6)Penilaian TA tidak akan ditutup sebelum akhir dari semester delapan
Detail Geografis dari NTU
http://manusialempung.blogspot.com/2009/03/geographical-context-of-incident.html
*Satu Minggu Sebelum Kejadian*
1) David pernah chatting sekali dengan saudanya William selama minggu tersebut. Dan William tidak mendeteksi ada sesuatu yang aneh dari adiknya, DAvid.
2)David menuliskan "Jangan Diganggu" pada pesan di Facebooknya.Hal ini diyakini karena David ingin lebih berkonsentrasi penuh pada tugasnya. Pesan tersebut diyakini dengan maksud bahwa dia "tidak menerima tamu maupun telepon untuk sementara ini" (Hal ini masih membutuhkan konfirmasi lebih lanjut)
*2 Maret 2009*
02.00 AM Teman David melihat statusnya online di Facebook, sedang memainkan game Hammerfall RPG
09.00 AM Kira kira pada saat itu David masih aktif di forum game,membaca dan posting pesan (masih membutuhkan konfirmasi lebih lanjut atas hal ini)
10.00 AM Kira kira pada saat itu David diyakini menemui Prof CKL. David membawa botol air minum dan handuk di tasnya ke ruangan/kantor CKL. Sekitar saat itu juga Zhou Zheng (ZZ) diyakini memulai hari pertamanya bertugas di NTU dengan mencari para prof salah satunya CKL, untuk mendapatkan surat persetujuan. ZZ memerlukan surat itu untuk medapatkan kuci laboratorium dan memulai pekerjaannya.
10.30 AM David dan CKL sama sama keluar dari ruangan CKL.Keduanya terluka dan menuju arah yang berlawanan. CKL mencari pertolongan dari ruangan/kantor terdekat. Pisau tanpa gagang ditemukan bersama CKL.Tidak diketahui siapa yang membawa pisau tersebut ke ruangan CKL dan dimana gagang yang hilang tersebut berada. Sementara David menuju tangga terdekat turun dari level B1 ke level B2,memanjat pagar pelindung dan duduk di atas atap jembatan yang menghubungkan ke Research Techno Plaza. Beberapa saksi mata melihat David lari sambil berlumuran darah
10.35 Beberapa saksi mata melihat David duduk diatas atap dan mencoba bebricara kepadanya mencegah agar dia tidak jatuh/melompat,tapi mereka gagal.David jatuh ke bawah (belum bisa dipastikan apakah David sengaja menjatuhkan diri atau dia mencoba melarikan diri ke lantai di bawahnya.atau dia kehilangan kesadaran diri kemudian jatuh.Polisi segera diberitahu.
10.45 David diumumkan meninggal oleh Polisi. CKL harus segera mendapatkan perawatan dan dia dirujuk ke National Universuty Hospital untuk mendapatkan perawatan
11.00 Banyak orang mengunjungi lokasi kejadian
Sore Hari Keluarga David diberitahukan dan mereka segera terbang ke Singapura. NTU mencoba menenangkan situasi.Polisi melakukan penyelidikan atas kasus itu.Setelah itu mayat David dipindahkan dari lokasi dan semua berkas darah dibersihkan. Laporan polisi keluar pada pukul 4.30 PM
Malam Hari Keluarga David tiba di Singapura,mereka minta ijin melihat mayat David tapi tidak diperbolehkan oleh yang berwenang. Keluarga David gusar tapi keluhan mereka tidak menghasilkan apa apa. Kemudian mereka meninjau lokasi kejadian namun hanya menemukan lokasi yang bersih tanpa jejak,bahkan tidak ada pita garis polisi. Keluarga David kemudian pergi ke ruangan DAvid dan betapa terkejutnya melihat komputer David masih menyala, dan MSN Messengernya masih status online
*3 Maret 2009*
1)Muncul berita, terutama dimulai dari media Singapura,bahwa diyakini David telah menusuk CKL dan kemudian memutuskan bunuh diri. Media mengklaim telah melihat luka bekas sayatan di pergelangan David
2)CKL diumumkan telah melewati masa kritis dan nyawanya sudah tidak dalam bahaya
3)Keluarga David akhirnya diijinkan untuk melihat mayat David,tapi hanya sebatas leher ke atas. Mayat David ditutupi plastik. Mereka minta polisi agar bisa seluruh tubuhnya namun tidak diijinkan.Mereka minta konfirmasi dari kepolisian bahwa ada luka sayatan besar di di lehernya dibawh dagu, dan tidak ada luka sayatan di pergelangan tangan. Mereka juga melihat banyak bekas darah di bokong David
4)Permintaan keluarga David untuk mengunjungi CKL ditolak dengan alasan CKL masih di ruanggawat darurat
5)Kemudian mereka minta izin agar dipertemukan dengan saksi mata ,tapi kembali permintaan mereka ditolak oleh NTU dengan alasan "bersifat rahasia"
6)ZZ bekerja di lab yang sama dengan David. Ketika dia di rumah .dia membiarkan pintu depan terbuka dan berdoa sambil membajar kertas jimat. Hal rutin ini menarik perhatian tetangganya, dan terus berlangsung setiap hari sampai akhirnya ZZ ditemukan meninggal di hari Jumat
*4 Maret 2009*
1)CKL sudah diijinkan meninggalkan rumah sakit NUH. Ketika ditanyai mengenai insiden tersebut dia memilih tetap diam. CKL diyakini menghabiskan waktunya di rumah beristirahat dan memulihkan dirinya dari insiden tragis tersebut
2)Pemberitaan media Singapura menimbulkan banyak tandatanya seluruh dunia, dan membawa banyak orang Indonesia memberikan dukungan atas David dan menuntut agar keadilan ditegakkan
3)Kedutaan Indonesia menyatakan mereka tidak berwenang menintervensi atas penyelidikan dan mempercayakan sepenuhnya kepada Polisi Singapura dalam melakukan penyelidikan
4)David dikremasi berdasarkan tradisi keluarga
5)Keluarga David meninggalkan Singapura setelah memenuhi beberapa kewajiban administrasi termasuk menutup rekening bank dan lainnya.Mereka tidak melihat alasan untuk tinggal di Singapore lebih lama lagi, setelah mereka ditolak keinginannya untuk mengakses segala hal mengenai David, mereka minta tolong secerach harapan untuk kasus David
6)Laptop David ditahan polisi Singaoura untuk kepentingan penyelidikan
*6 Maret 2009*
10.30 PM ZZ ditemukan tergantung di balkon oleh teman satu rumahnya dalam keadaan telah tewas.Polisi diberitahu oleh temannya. Ketika polisi tiba ZZ telah diturunkan oleh teman temannya
10.55 PM Polisi mengumumkan kematian ZZ
Dua kasus pembunuhan yang dicurigai muncul dalam satu minggu di NTU.Banyak yang merasa ada hubungan antara kematian David dengan ZZ
*Zhou Zheng*
1)Dia berusia 24 tahun lahir di Hubei, China
2)Dia dan David bekerja di tempat yang sama dan secara tidak sengaja pada lab yang sama,di bawah profesor yang sama,CKL
3)CKL melalui istrinya mengatakan tidak kenal dengan ZZ
4)ZZ tamat dari NTU tahun 2008 (masih membutuhkan konfirmasi atas hal ini).Kemudian dia menjalani pelatihan pada satu perusahaan.Kemudian dia ditrasfer ke negara lain untuk melanjutkan pelatihannya. 2 bulan kemudia ZZ dan koleganya diperintahkan kembali ke Singapura,la,a sebelum pekerjaan mereka berakhir.
5)Menurut pihak NTU, ZZ baru saja dipindahkan pada hari Senin, 2 Maret 2009, dan tugasnya adalah membantu dan mengajar mahasiswa di lab
6)Salah satu asisten lab mengatakan bahwa temannya merupakan teman baik dari ZZ. Sehubungan dengan kematian ZZ, temannya tidak melihat sesuatu yang aneh dari ZZ. ZZ hanya menyebutkan dia memiliki penyakit jantung
7)Orang orang yang tinggal di dekat apartemen ZZ menyatakan mereka tidak kenal dengan ZZ. Dan satu hari sebelum insiden mereka juga tidak mendengar suara aneh.
8)Lian He Wan Bao dari Singapore mengutip pernyataan dari sepasang orang asing. Mereka mengatakan tidak kenal dengan ZZ tapi ingat akan dia,karenna dia sering membiarkan pintu depannya terbuka dan sering membakar kertas jimat untuk berdoa.ZZ juga sering kelihatan berdoa di depan pintu
9)Seorang pria dengan nickname Asalim melakuakn posting berikut :
http://www.gabrielsai.com/blog/2009/03/a-conspiracy-theory-on-deaths-in-ntu.html
"Zhou Zheng adalah seorang Projek Officer yang baru dan mulai bertugas pada tgl 2 Maret, pada hari insiden David terjadi. Sejauh yang saya ketahui,karena saya juga mantan Projek Officer di lab tersebut (ISRL/S2-B3a-06) , pada hari petama saya bergabung, saya perlu menemui 3 profesor untuk memberikan persetujuan saya akan ditempatkan di lab tersebut dan juga agar mempeoleh kunci lab. Dan tentu saja,kamu perlu berjalan di sekitar area ruangan/kantor profesor profesor untuk mencari para prof tersebut. Dan salah satu prof adalah Kepala Information Engineering yang berlokasi di area S1-B2c ,dekat dengan ruang Prof Chan yang berlokasi di area S1-B2b. Sejauh yang saya ingat pada pertama saya bergabung,jam 10am -jam 11am juga merupakan jam buat saya mencari profesor (Form persetujuan perlu segera ditandatangani karena dibutuhkan untuk memperoleh kunci lab)
Jadi opini saya adalah "kemungkinan" ada orang di sekitar area ruang Prof pada saat insiden David terjadi. Saya memakai kata "kemungkinan" karena ini hanya merupakan spekulasi saya saja. Dan poin saya adalah orang tersebut kemungkinan berhubungan dengan kasus David juga"
http://davidhartanto.com
Fakta Dari Terbunuhnya (Alm) David Hartanto
Saya dapat forward email ini.. Cuman saya tidak tau kebenarannya. Namun cerita ini sangat detail, hampir ga mungkin jika bukan dari confession pelaku atau korban.
--------------------------
akhirnya kekejaman Prof Chan terungkap !!
pembunuh mahasiswa indonesia sudah dipenjara... ......
Kisah David Hartanto - akhirnya kekejaman Prof Chan terungkap !!
Angel adalah mahasiswa kampus Nanyang Technological University , ia adalah
angkatan terbaru dalam tahun ajaran baru. Siang itu ia sedang menikmati
makan paginya di sekitar halaman kampus, seorang pria duduk disampingnya
dengan tersenyum sambil menghapuskan keringatnya dengan handuk kecil yang
ia ambil dari tas jinjingnya. Pria berkacamata itu tampak memperhatikan
selembaran kertas yang berisikan beberapa catatan miliknya. Pria itu begitu
terburu-buru membaca kertas itu hingga berterbangan saat angin bertiup
kencang, Angel melihat pria itu kewalahan dan mencoba membantu memunggut
setiap lembaran ke sisi pria itu. Sambil tersenyum pria itu berkata "
Terima kasih..."
"Sama-sama.. .!"
"Saya David... Kamu mahasiswi baru disini ya?"
"Iya... Kok tau? Saya Angel...!"
"Yup... Tentu saja saya tau! Karena saya sudah menjelang semester
akhir...!"
"Wow... Ga bisa dibayangkan bertapa lamanya kamu belajar disini...
Apalagi saya?"
"Yup... Membosankan tapi inilah hidup harus dijalanin... Selama kamu
menikmati waktu kamu tidak akan sadar kalau tiba-tiba kamu sudah mau
lulus..."
Angel tersenyum lalu bertanya pada pria itu.. "Apa kertas yang kamu baca
itu...?"
"Ini adalah bagian-bagian dari skripsi tugas akhir saya... Mau lihat?"
"Yup... Mau dong...!"
Angel memperhatikan susunan kata-kata dan angka yang nyaris saja membuat
matanya berkunang-kunang. David tertawa melihat kebingungan itu...
"Ngomong-ngomong. .. Inti dari skripsi kamu tentang apa sih? Ribet saya
melihatnya hehehe"
"Hehehe... Ini tentang mimpi masa depan saya dan saya harap kelak berguna
bagi siapapun?"
"Wah... Sebegitu hebatnya...? "
"Yup... Kapan-kapan saya akan ceritakan... Tapi kalau sekarang jangan
dulu...!"
"Hehehe Ok, saya tunggu ya...?"
"Kamu main Facebook....? "
"Yup... Saya ada! Kamu?"
Mereka dua sahabat baru saling bertukar informasi tentang situs Facebook
mereka, David harus berpamitan karena ia harus bertemu dengan Dosen
pembimbingnya, Sedangkan Angel kembali ke kelasnya. Rika sahabat Angel
menyambutnya dengan tersenyum, lalu Angel bercerita tentang pertemuannya
dengan seorang seniornya di taman tadi, begitu terkejutnya Angel ketika tau
bahwa pria itu adalah salah satu jawara Olimpiade pendidikan.
"Terang saja dia begitu yakin bahwa ia akan menciptakan sebuah penemuan
besar ?" ujar Angel dalam hati.
Pertemuan itu tidak begitu saja berakhir, Angel dan David saling
berkomunikasi via mesengger dan Facebook. David sosok yang supel,
bersahabat dan kocak tapi ia terkadang bisa menjadi orang yang serius bila
sedang mengerjakan sesuatu, begitulah kisah yang mengawali hubungan dekat
keduanya. Angel memang kuliah karena uang yang dimiliki ayahnya bukan
karena kepintaran seperti David yang mendapatkan beasiswa karena
kepintarannya.
Karena sering merasa kesulitan mengejar penjelasan dosennya, Angel sering
bertanya kepada David yang selalu membantunya. Suatu malam Angel merasa
kesulitan untuk mengerjakan tugas kuliahnya, ia mencoba menghubungi David
tapi sayang pria itu tidak mengangkat teleponnya. Karena tugas ini begitu
mendesak ia pun nekad menuju rumah David, pada saat ia datang ke
apartementnya David sedang tertidur. Ia mencoba membangunkan pria itu.
David pun terbangun.
"Idih ditelepon kok ga angkat sih?"
"Sorry ketiduran, saya kekurangan jam tidur gara-gara pengen selesaikan
tugas skripsi saya!"
"Oh gitu ya... jadi saya ganggu ga kalau minta tolong bantuin kerjain
tugas?"
"Boleh saja tapi dengan syarat kamu traktir saya makan bakmi?"
"Dengan senang hati..."
David berhasil membuat Angel menyelesaikan tugas-tugas kuliahnya, Angel
menepati janji untuk meneraktir makan bakmi. Saat itu mereka sedang makan
di restorant bakmi.
"David, kita kan sudah dekat... Saya masih penasaran dengan Proyek ambisius
dalam skripsi kamu boleh saya tau?"
"Ok deh, saya kasih tau.... Jadi."
David bercerita bahwa ia sedang mencoba untuk meniliti bagaimana sebuah
bloutooth bisa menghantarkan listrik bagi sekitarnya. Penelitian ini sudah
ia lakukan sejak awal semester enam lalu, kini tahap penilitiannya mencapai
70%, ia yakin pada saat nanti penilitian ini bisa membuat semua orang
merasa senang, selain membantu penghematan listrik, penemuan ini bisa
membuat dirinya di akui sebagai peneliti.
Angel begitu terkesima dengan kisah ambisius itu tapi ia masih bingung. Ia
tidak mencoba bertanya banyak hal selain menunggu hasil penelitian sahabat
baiknya itu.
David yang merasa penilitiannya adalah pertama dalam sejarah dunia,
akhirnya terlena dengan kegiatannya di dalam kamar setiap harinya. Sejak
enam bulan lalu pihak universitas sudah memperingatkan tentang
pemberhentian beasiswanya, tapi ia hanya menganggap ancaman itu ringan
karena yakin kelak pihak universitas akan menyesal melakukan tindakan itu
bila penemuannya di akui, dan kenyataannya beasiswanya benar-benar dicabut.
Professor Chan adalah dosen pembimbing David yang sudah mengenal pria itu
sejak lama, ia sadar David adalah murid pintar dan mempunyai masa depan
yang baik disamping sifat kekanak-kanakannya. Suatu hari ketika ia sedang
terduduk David datang padanya, bertanya tentang ide skripsi yang ia
paparkan. Dengan santai sang Prof berkata, "Apakah kamu sedang bermimpi,
bagaimana mungkin sebuah teknoloagi nirkabel dapat menghantarkan listrik...
Ada-ada saja, lebih baik kamu cari ide yang lain!"
"Tapi saya yakin bisa Prof?"
"Kalau begitu tunjukkan pada saya permainan kamu!"
"Baik... Kita lihat saja!"
David seolah tertantang oleh dosen pembimbingnya itu untuk membuktikan
bahwa ia mampu menciptakan apa yang ia pikirkan, ia pun semakin
mengorbankan waktunya untuk penelitian eksentriknya. Sahabat-sahabat yang
ia kenal mulai melihat David bagaikan seorang dukun rumahan yang membukat
prakter dirumahnya untuk bicara hanya lewat laptopnya. Angel yang setiap
harinya mempunyai segudang pekerjaan rumah bahkan harus memaklumi keinginan
David untuk tidak diganggu sementara ini.
"Tidak menerima tamu di rumah dan telepon untuk sementara ini" begitulah
tulisan status David pada Facebooknya.
Dua minggu lamanya penelitian itu berlanjut hingga mengalami beberapa
kegagalan, modal David pada saat itu hanya dua hendphonenya yang
berbluetooth, Ia berharap penilitiannya berhasil dengan berbagai cara.
Suatu malam ketika ia mulai menyerah setelah mencoba beberapa kali,
akhirnya penemuannya itu berhasil walau hanya sebatas lima menit lamanya,
ia berteriak bahagia dan bertekad menunjukkan keberhasilannya pada sang
dosen.
Paginya David benar-benar pergi menuju ruangan Prof Chan. Mereka bicara
dengan santai sembari David mulai memberikan praktek penelitiannya. Sang
Prof yang awalnya cuek tiba-tiba nyaris menjatuhkan kacamatanya ketika
melihat David berhasil membuktikan kata-katanya.
"Lihat Prof... Saya buktikan bahwa saya bisa...!" Prof terkagum-kagum
dengan apa yang David tunjukkan
"David... Kamu sungguh luar biasa, bagaimana kamu bisa menemukan hal
mustahil di dunia ini menjadi nyata... Kamu akan menjadi peraih nobel
karena ini!"
"Ya saya tau... !"
Tiba-tiba muncul pikiran picik dari sang Professor untuk melihat jalan
kerja penelitian David, ia menyuruh David menyempurnakan penilitian yang ia
buat kemudian membawanya kembali. Baginya David bagaikan tambang emas yang
akan membuatnya kaya dan termansyur, ia mulai berpikir merebut hasil
penelitian David yang luas biasa itu. David yang tidak sadar dengan pikiran
jahat sang Prof benar-benar terus mendalami penelitiannya.
Ketika David sedang merencanakan penelitiannya, sang Professor berpikir
untuk mencari orang yang bisa menjadi saksi penelitian David diakui menjadi
miliknya. Untuk itu ia membuka file dokumentasi mahasiswa yang berprestasi
lainnya, ia mulai teringat dengan beberapa asisten dosen yang diberhentikan
beberapa saat lalu. Ia mulai melirik seorang Zhou, seorang pria asal Cina
yang sedang frustasi karena dipecat.
Ketika Prof menawarkan ide untuk mengangkat Zhou menjadi asistennya, pria
itu begitu bahagia karena akhirnya ia mendapatkan pekerjaan sehingga bisa
mengirimkan uang kepada ibunya yang sedang sakit. Pria itu tidak sadar
sedang dimanfaatkan oleh sang Prof untuk menjadi saksi pada penelitian
palsunya. Bahkan Sang Prof memberikan bantuan kepada Zhou untuk mengobati
sang Ibu yang menghadapi operasi kanker.
"Kamu tenang saja, saya akan memberikan perkerjaan yang baik padamu. Tentu
saja saya akan membantu biaya pengobatan ibu kamu hingga sembuh. Kamu bisa
kerja dua hari lagi dari sekarang, ok. Ini uang yang kamu butuhkan!"
"Terima kasih" Ucap Zhou yang begitu bahagia mendapatkan bantuan dari pria
itu.
David berhasil menyempurnakan penilitiannya, ia sungguh tak kuasa menahan
bahagia dengan apa yang ia temukan. Ia teringat pada Angel, ia pun mengajak
gadis itu untuk bertemu merayakan kerberhasilannya. Tak tanggung-tanggung
mereka makan di Restorant hotel yang mahal, Angel pun heran dengan undangan
itu.
"Tumben kamu ada waktu untuk ngajak makan! Apalagi ditempat mewah lagi?"
"Hehehe... Tenang saja. Ini hanya sebagai bentuk perayaan, dan kelak saya
akan ajak kamu ke tempat yang lebih hebat lagi....!"
"Wah... Wah... jadi tersanjung.. . Memang perayaan apa sih!"
"Coba keluarkan Hendphone kamu yang berbluetooth? "
Angel bingung tapi ia melakukan apa yang dipinta David. Dengan sekejap
hendphonenya tertuliskan "Sedang mengisi baterai" angel terkejut, "Astaga!!
David kamu berhasil...? "
"Yup... Aku berhasil...! "
Angel dan David menghabiskan malam indah itu dengan penuh antusias, ia tak
pernah menyangka begitu hebatnya sang sahabat kekanak-kanakannya itu.
Akhirnya mereka pulang, karena David besok akan membawakan hasil
penelitiannya itu kepada sang Dosen, David begitu ingin menampar para
atasan universitas yang memberhentikan beasiswanya dengan prestasinya.
Ketika David mengirimkan email kepada Dosennya untuk bertemu besok.
Keesokan paginya. Prof Chan sudah mengingatkan David untuk membawa semua
dokument proses berjalannya penelitiannya dalam USB agar ia bisa meneliti
langsung kelayakan penelitian David.
Awalnya, David agak bingung tapi Prof menyakinkan bahwa ia hanya ingin
mencoba dengan caranya agar penelitian David dianggap sah. Tanpa pikir
panjang David membawa penelitian itu dalam bentuk USB segera ke kampus pagi
sekali pukul 7 sesuai jadwal yang ditentukan Prof Chan. Sebelum berangkat
David mengirimkan pesan kepada Angel untuk bertemu di kampus makan siang
bersama. Saat pesan SMS itu masuk Angel masih tertidur, David pun berangkat
sepagi mungkin menghadap sang Prof. Ketika tiba di lantai 4 sang Professor,
David menemukan sang Prof sedang terduduk sehabis memotong apel. Ketika
David datang ia membuang sisa Apel itu ke keranjang sampah, dan menyimpan
pisau itu ke saku bajunya. David tak sadar sedang berada dalam jebakan sang
Prof Chan. Pria tua itu meminta David untuk sekali lagi mencontohkan hasil
penilitiannya, setelah menyaksikan penelitian itu pria itu semakin yakin
bahwa David benar-benar jenius. Ia meminta David untuk memberikan USB itu
lalu berkata dengan santai, "David... Apakah kamu yakin ini penilitian
kamu?"
"Ya, tentu saya yakin. Memang kenapa Prof?"
"Apakah kamu tidak sedang mengambil penelitian seorang mahasiwa lain
bernama Zhou,?"
"Zhou siapa dia?"
"Dia adalah asisten dosen yang sudah dipecat, ada kemiripan antara
penelitian kamu!"
"Mustahil... !" ucap David kesal.
"Kamu boleh bilang mustahil tapi saya punya hasil document dia yang sama...
coba perhatikan komputer saya?"
David menyaksikan sebuah klip kecil yang menunjukkan penelitian yang
dilakukan seorang pria dan Prof mengatakan bahwa pria itu adalah Zhou yang
sedang mendemokan hasil yang sama dengan David.
"Tidak mungkin. Prof. Bagaimana pria itu bisa melakukan hal yang sama
dengan saya!"
Prof tersenyum sambil berkata. "Kamu bukanlan seorang di dunia yang ini
yang Jenius, masih banyak lagi..!"
David terdiam mulai berpikir ada yang salah, ia yakin sang Professor
melakukan tindakan licik.
"Professor kembalikan USB saya...!?"
"Untuk apa...?"
"Tidak apa-apa, saya ingin dikembalikan saja....!"
"Tidak bisa, ini akan menjadi barang bukti bahwa kamu telah melakukan
pelanggaran di kampus karena melakukan penjiplakan karya orang lain sebagai
skripsi kamu!"
David mulai emosional.
" Silakan saja, saya tidak takut, saya akan buktikan bahwa itu tidak
benar...!" ucap david sambil hendak keluar dari ruangan.
Cara professor dalam ancaman sepertinya salah, ia pun mendekati David
sambil membujuk pria itu untuk tenang. Sembari menawarkan opsi lain berupa
uang dalam jumlah yang banyak, David tetap pada pendiriannya bahwa ia
adalah sang penemu pertama kali. Prof Chan yang emosional langsung
menusukkan pisau itu ke bagian belakang badan david tapi hanya sebuah
goresan kecil, David berteriak minta tolong. Zhou yang akan memulai
kerjanya hari ini berpikir untuk datang menemui Prof. Chan hari ini, ia
mendengarkan suara teriakan dari arah pintu Prof Chan. David yang merasa
terancam berusaha melawan dengan sekuat tenaga, tapi sebuah bilasan pisau
di leher membuatnya langsung tersungkur tak sadarkan diri. Tapi David masih
mampu berdiri dan meraih pintu dan membukanya, Zhou yang berada di depan
pintu terkejut melihat adegan itu. David yang mulai tak sadarkan diri mulai
berlari tanpa arah dan akhirnya terjatuh dari balkom lantai empat dekat
ruangan itu. Zhou begitu shock melihat kejadian itu, Prof Chan yang melihat
Zhou ada disana langsung menyuruh pria itu masuk ke ruangan.
"Kamu melihat semuanya?"
"Tidak saya tidak melihatnya.. .!"
"Ingat... Saya yang menyelamatkan nyawa ibu kamu, sebaiknya kamu tutup
mulut.!"
"Saya tidak akan katakan apapun...!"
Prof Chan yang begitu panik mulai tenang dan berpikir sesuatu.
"Tusuk punggung saya dengan pisau ini..." Perintah Prof pada Zhou. Zhou
tidak punya pilihan selain melakukan perintah sang Prof Chan. Lalu pria itu
menyuruh Zhou mencabut gagang pada pisau. Sebelumnya ia katakan bahwa ia
akan membuat seolah-olah David bunuh diri dan tusukan pada dirinya hanya
sebagai alibi, untuk menghilangkan barang bukti gagang pisau itu harus
segara dibawa pergi oleh Zhou agar tidak terdapat sidik jari dan
membiarkan mata pisau terletak di lantai. Zhou yang panik melakukan begitu
saja perintah sang Prof, dan rencana itu berjalan dengan baik.
Angel yang baru saja menerima pesan David segera menuju kampus, ketika Ia
datang banyak garis polisi terpampang di pintu Kampus, ia bertanya-tanya
ada apa gerangan. Seorang mahasiwa mengatakan bahwa seorang mahasiswa bunuh
diri dengan melompat. Angel begitu bingung, dan ketika ia mendekat hatinya
bergetar dan berteriak histeris ternyata pria itu adalah David. Beberapa
saat kemudian Prof Chan keluar dengan bantuan alat medis
seperti orang sekarat. Beberapa orang mencoba menenangkan Angel, Terlihat
Zhou saksi kasus itu berdiri ketakutan menyaksikan kejadian itu. Prof Chan
melirik Zhao dari matanya tersilat pesan kepada Zhou untuk tidak bertindak
apapun selain menjaga rahasia ini. Kejadian kematian David begitu memukul
Angel, gadis itu bahkan berpikir telah jatuh cinta pada sang pria ceria
itu. Kematian yang begitu misterius membuat Angel begitu penasaran dengan
apa yang terjadi, Tidak mungkin seorang David yang mempunyai masa depan
begitu cermelang harus bunuh diri. Ia tidak yakin dengan kematian itu,
walaupun bersedih hati ia bertekad mencari kebenaran kematian itu karena ia
yakin David tidak akan melakukan tindakan bodoh disaat ia sedang menggapai
mimpinya. Prof Chan berhasil selamat dan keluar dari rumah sakit dua hari
kemudian. Zhou yang menjadi saksi mata merasa sangat bersalah dengan berita
miring yang ada di media seolah membuatnya menjadi pria pendusta, tapi ia
tidak mungkin tega memberikan penyataan kalau Prof Chan adalah orang
dibalik semua ini. Prof Chan meneleponnya untuk mengatakan sekali lagi
bahwa sang ibu selamat karena dia. Zhou merasa hina ia pun memutuskan untuk
bunuh diri dengan mengantung diri di balkon rumahnya. Prof Chan berpikir
kini hidupnya akan damai karena semua yang terlibat dalam kematian David
telah musnah, terlebih alibi yang ia lancarkan berjalan sempurna. Angel
menyadari ada kenjanggalan dalam semua ini, ia mulai mencari semua data
yang bisa membuktikan bahwa apa yang terjadi pada David adalah sebuah
konspirasi yang dilakukan Prof Chan. Berbulan-bulan ia melakukan berbagai
cara untuk melakukan pembuktian. Prof Chan yang sembuh merasa mulai perlu
untuk mengeluarkan bukti penelitian yang ia ambil dari David. Hebatnya
penelitian itu adalah nama yang sama dengan milik David, Angel pun sadar
niat dibalik semua kematian David adalah ambisi sang Prof untuk mengambil
hak cipta David. Untungya David pernah membuktikan terlebih dahulu hasil
karyanya saat makan di restorang mewah, file name Bluetooth milik David
masih tersimpan di ponselnya. Ia pun seperti mendapatkan semangat untuk
membuktikan kebeneran, ia laporkan semua bukti yang ia punya kepada Polisi,
Polisi pun melakukan investigasi ulang dan mendapatkan sebuah kebeneran
yang terjadi. Prof Chan yang baru saja menikmati nama besarnya, akhirnya
mendapatkan ganjalan perbuatannya karena kelicikan dan kekejamannya, Angel
berhasil membuktikan bahwa pria itu layak dipenjara seumur hidup. Angel
merasa lega karena perkenalan dia dengan David adalah sebuah pesan takdir
nyata untuk membelah masa depan David yang telah hilang. Kini semuanya bisa
tenang, Angel pun bisa tenang melepas kepergian sahabatnya
Sabtu, 28 Maret 2009
Asal Usul Chen Beng

Dahulu kala, ribuan tahun yang lalu,..
di suatu desa di mainland china, ada seorang anak dan seorang ibu.
pekerjaan si anak ini adalah seorang petani,...
tiap siang, ibu-nya selalu membawakan makan siang kepada anak lelakinya ini.
tiap kali membawa makan siang selalu di marahin sama anaknya, dan selalu saja ada alasan untuk memarahi ibunya.
Suatu ketika,.. ibunya terlambat menghantarkan makanan kepadanya, dan membuat dia kelaparan,...
setelah ibunya sampai di sawah,.. anaknya berlari samperin ibunya,..mendorong dan menamparnya serta memakinya dengan ucapan yang sangat hina, saking hinanya untuk diceritakan kembali,...
Ibunya hanya bisa menangis dan memohon ampun,..
Keesokan harinya,... si anak itu pagi pagi ke sawah melewati sebuah tanah lapang,..
disana dia melihat seekor kambing yang sedang menyusui anaknya.
dia melihat, anak kambing saat nete-in susu ibunya sambil berlutut.
(coba anda perhatikan,..katanya semua kambing gitu,..saya sih belum pernah lihat,..kambing nete susu ibunya berlutut atau bukan).
dia menjadi sangat sedih karna selama ini dia begitu keterlaluan terhadap ibunya.
Ketika siang dan waktu makan siang tiba,..
sang ibu keliatan dari kejauhan,...
si anak berlari sekencang kencangnya untuk menjemput ibunya,...
maksud dia adalah,... membantu ibunya mengangkat bekal untuknya karna dia sudah sadar.
Akan tetapi,..sang ibu tidak berpikir demikian,. sang ibu sudah trauma.
ketika sang ibu melihat anaknya lari menghampirinya, sang ibu sangat ketakutan,... bekal nasi pun dibuang ke tanah,..dan dia berlari dan berteriak,... saya mending mati daripada disiksa oleh anak kita sendiri.
akhirnya sang ibu pun melompat ke jurang,......
Masalah ini menjadi heboh di desa mereka,...
cerita ini pun tersebar seantero desa,....
dan si anak pun merasa tidak pernah membalas budi atau sayang kepada ibunya ketika ibunya masih hidup,..dan tidak akan pernah lagi punya kesempatan.
dan untuk menebusnya,...saat ibunya sudah meninggalpun dia bersumpah akan membalasnya... begitu juga dengan penduduk desa dimana dia berasal.
Nah,...orang sekarang menamakan chen beng,..
dalam pelaksanaannya,... biasanya mereka membakar duit, rumah, serta barang barang yang menjadi keinginan orang tua yang pada saat hidup tidak terpenuhi.
tentu saja yang dibakar itu bukan duit atau rumah beneran, hanya simbolik saja.
SELAMAT MENJALANKAN CHEN BENG
5 APRIL
IP-PSMTI DKI JAKARTA
SOE HOK GIE

Soe Hok Gie (17 Desember 1942–16 Desember 1969) adalah salah seorang aktivis Indonesia dan mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Indonesia Jurusan Sejarah tahun 1962–1969.
Soe Hok Gie menamatkan pendidikan SMA di Kolese Kanisius. Nama Soe Hok Gie adalah dialek Hokkian dari namanya Su Fu-yi dalam bahasa Mandarin (Hanzi: 蘇福義). Leluhur Soe Hok Gie sendiri adalah berasal dari Provinsi Hainan, Republik Rakyat Cina.
Ia adalah seorang anak muda yang berpendirian yang teguh dalam memegang prinsipnya dan rajin mendokumentasikan perjalanan hidupnya dalam buku harian. Buku hariannya kemudian diterbitkan dengan judul Catatan Seorang Demonstran (1983).
Soe Hok Gie adalah anak keempat dari lima bersaudara keluarga Soe Lie Piet alias Salam Sutrawan. Dia adik kandung Arief Budiman atau Soe Hok Djin, dosen Universitas Kristen Satya Wacana yang juga dikenal vokal dan sekarang berdomisili di Australia.
Hok Gie dikenal sebagai penulis produktif di beberapa media massa, misalnya Kompas, Harian Kami, Sinar Harapan, Mahasiswa Indonesia, dan Indonesia Raya. Sekitar 35 karya artikelnya (kira-kira sepertiga dari seluruh karyanya) selama rentang waktu tiga tahun Orde Baru, sudah dibukukan dan diterbitkan dengan judul Zaman Peralihan (Bentang, 1995).
Catatan Seorang Demonstran
Juga skripsi sarjana mudanya perihal Sarekat Islam Semarang, tahun 1999 diterbitkan Yayasan Bentang dengan judul Di Bawah Lentera Merah. Sebelumnya, skripsi S1-nya yang mengulas soal pemberontakan PKI di Madiun, juga sudah dibukukan dengan judul Orang-orang di Persimpangan Kiri Jalan (Bentang, 1997).
Sebagai bagian dari aktivitas gerakan, Soe Hok Gie juga sempat terlibat sebagai staf redaksi Mahasiswa Indonesia, sebuah koran mingguan yang diterbitkan oleh mahasiswa angkatan 66 di Bandung untuk mengkritik pemerintahan Orde Lama.
Hok Gie meninggal di gunung Semeru tahun 1969 tepat sehari sebelum ulang tahunnya yang ke-27 akibat menghirup asap beracun di gunung tersebut. Dia meninggal bersama rekannya, Idhan Dhanvantari Lubis.
John Maxwell menulis biografi Soe Hok Gie dengan judul Soe Hok Gie - A Biography of A Young Indonesian Intellectual (Australian National University, 1997).
Pada tahun 2005, catatan hariannya menjadi dasar bagi film yang disutradarai Riri Riza, Gie, dengan Nicholas Saputra berperan sebagai Hok Gie.
Senin, 09 Maret 2009
REPUBLIK LANFANG DI KALIMANTAN BARAT

Republik Lanfang (Hanzi tradisional: 蘭芳共和國, Hanyu Pinyin: Lánfāng Gònghéguó) adalah sebuah negara Hakka di Kalimantan Barat, Indonesia yang didirikan oleh Low Fang Pak (Luo Fangbo) (羅芳伯) pada tahun 1777, sampai akhirnya dihancurkan oleh Belanda di tahun 1884.
| Ibukota | Ceh Wan Li (Mandor) |
| Tahun didirikan | 1777 |
| Tahun diruntuhkan | 1884 |
| Presiden (pertama) | Low Lan Pak (Luo Fangbo) (羅芳伯) |
| Wilayah sekarang | Kalimantan Barat |
Sejarah Kongsi
Kongsi adalah perkumpulan pertambangan Cina di wilayah barat Pulau Borneo / Kalimantan. Pertambangan-pertambangan yang dikerjakan oleh orang-orang Cina ini adalah tambang-tambang emas yang tersebar di pesisir utara Wilayah Kalimantan sebelah barat ini. Sebagian besar tambang-tambang emas itu berada di wilayah kekuasaan Kesultanan Sambas. Orang-orang Cina yang mengerjakan tambang-tambang emas itu pertama kali datang ke wilayah Kalimantan Barat ini adalah pada tahun 1740 M yang didatangkan oleh Raja Panembahan Mempawah yaitu Opu Daeng Menambon. Kemudian pada sekitar tahun 1750 M Sultan Sambas ke-4 yaitu Sultan Abubakar Kamaluddin juga mendatangkan orang-orang Cina untuk pertama kali wilayah Kesultanan Sambas untuk mengerjakan tambang-tambang emas di wilayah Kesultanan Sambas yaitu di daerah Montraduk, Seminis dan Lara. Dalam hal ini status orang-orang Cina ini adalah pekerja-pekerja tambang yang bekerja pada Sultan Sambas. Sebagian hasil tambang itu disisihkan untuk upah para pekerja tambang emas itu dan sebagian lagi adalah merupakan penghasilan bagi Kesultanan Sambas sebagai pemilik negeri.
Seiring dengan semakin berkembangnya kegiatan pertambangan emas di wilayah kekuasaan Kesultanan Sambas, pada sekitar tahun 1764 M terjadi gelombang besar-besaran orang-orang Cina yang didatangkan oleh Sultan Sambas ke-5 yaitu Sultan Umar Aqamaddin II ke wilayah Kesultanan Sambas menyusul begitu banyaknya ditemukan tambang-tambang emas baru di wilayah kekuasaan Kesultanan Sambas ini.
Pada sekitar tahun 1767 M jumlah orang-orang Cina yang mengerjakan tambang-tambang emas di wilayah barat Pulau Kalimantan ini khususnya di wilayah Kesultanan Sambas sudah mencapai hingga belasan ribu orang.
Karena jumlah orang-orang Cina yang semakin besar ini dan mereka berkelompok-kelompok berdasarkan wilayah pertambangan masing-masing, maka pada sekitar tahun 1768 M, kelompok-kelompok ini kemudian mendirikan semacam perkumpulan usaha tambang masing-masing yang disebut dengan nama Kongsi. Kongsi-kongsi ini (yang saat itu berjumlah sekitar 8 Kongsi) menyatakan tunduk kepada Sultan Sambas namun Kongsi-kongsi itu diberi keleluasaan secara terbatas oleh Sultan Sambas untuk mengatur Kongsinya sendiri seperti pengangkatan pemimpin Kongsi dan pengaturan kegiatan pertambangan masing-masing. Sedangkan mengenai hasil tambang emas, disepakati bahwa Kongsi-kongsi berkewajiban secara rutin menyisihkan sebagian hasil tambang emas mereka untuk diserahkan kepada Sultan Sambas bagi penghasilan Sultan Sambas sebagai pemilik Negeri. Pada saat itu Sultan Sambas menerima bagi hasil dari Kongsi-Kongsi Cina itu sebanyak 1 kg emas murni setiap bulannya, belum termasuk penerimaan oleh Pangeran-Pangeran penting di Kesultanan Sambas dari Kongsi-kongsi itu.
Pada tahun 1770 M mulai timbul semacam pembangkangan dari kongsi-kongsi Cina yang ada di wilayah Kesultanan Sambas ini terhadap Sultan Sambas. Pembakangan ini berupa penolakan mereka untuk memberikan sebagian hasil tambang emas kepada Sultan Sambas yaitu sebesar 1 kg emas murni setiap bulannya. Para kongsi itu hanya bersedia memberikan bagi hasil tambang emas sebesar setengah kg atau separuh dari kesepakatan sebelumnya padahal saat itu kegiatan pertambangan emas di wilayah Kesultanan Sambas ini semakin berkembang.
Hal ini kemudian membuat Sultan Sambas marah apalagi kemudian terjadi pembunuhan oleh orang-orang Cina Kongsi terhadap petugas-petugas pengawas Kesultanan Sambas (yang adalah orang-orang Dayak) yang ditugaskan oleh Sultan Sambas untuk mengawasi kegiatan tambang emas Kongsi itu, sehingga kemudian Sultan Sambas saat itu yaitu Sultan Umar Aqamaddin II mengirimkan pasukan Kesultanan Sambas menuju daerah kongsi-kongsi yang melakukan makar dan pembakangan itu. Setelah gerakan pasukan Kesultanan Sambas telah berlangsung selama sekitar 8 hari dan belum sempat terjadi pertempuran besar antara pasukan Kesultanan Sambas dengan pihak kongsi, kemudian pihak kongsi itu ketakutan hingga kemudian mengakui kesalahannya dan bersedia untuk tetap membayar bagi hasil tambang emas kepada Sultan Sambas sesuai dengan kesepakatan sebelumnya yaitu sebesar 1 kg emas setiap bulannya.
Semakin lama jumlah Kongsi yang ada semakin bertambah dan pada sekitar tahun 1770 M, telah ada sekitar 10 Kongsi di wilayah Kesultanan Sambas dan saat itu terdapat 2 Kongsi yang terbesar yaitu Kongsi Thai Kong dan Kongsi Lan Fong.
Pada tahun 1774 M terjadi pertempuran antara kedua buah kongsi terbesar di wilayah Kesultanan Sambas yaitu Kongsi Thai Kong dan Kongsi Lan Fong. Kongsi Thai Kong kemudian berhasil mengalahkan Kongsi Lan Fong sehingga Kongsi Lan Fong bubar.
Kedatangan Lo Fang Pak
Lo Fang Pak mulai bertualang pada usia 34 tahun. Dia merantau ke Kalimantan Barat saat ramainya orang mencari emas (Gold Rush), dengan menyusuri Han Jiang menuju Shantao, sepanjang pesisir Vietnam, dan akhirnya berlabuh di Kalbar (Wilayah Kesultanan Sambas) pada usia sekitar 41 tahun yaitu pada sekitar tahun 1774 M.
Kedatangan orang-orang Cina dari daratan Cina ini adalah atas permintaan sultan-sultan Melayu saat itu yang mendatangkan para pekerja tambang emas dari daratan Cina yaitu untuk melakukan kerja-kerja tambang yang memang keahlian dan kesulitan pekerjaan tambang saat itu hanya dapat dilakukan dengan ketekunan dari orang-orang Cina. Permintaan pekerja tambang dari Cina daratan saat itu merupakan satu trend yang berkembang di kerajaan-kerajaan Melayu, yang dimulai oleh kerajaan Melayu yang ada di Semenanjung Melayu kemudian kerajaan Melayu di pesisir utara dan timur Sumatra lalu Kerajaan Melayu Brunei (yaitu pada masa Sultan Omar Ali Saifuddin I) baru kemudian disusul oleh Kerajaan-Kerajaan Melayu yang berada di pesisir wilayah Pulau Kalimantan bagian barat.
Kerajaan Melayu di pesisir barat Pulau Kalimantan yang pertama mendatangkan pekerja tambang dari daratan Cina adalah Panembahan Mempawah yang waktu Rajanya adalah Opu Daeng Menambon yaitu pada sekitar tahun 1740 M. Kebijakan Panembahan Mempawah ini kemungkinan atas saran dari Adik Opu Daeng Menambon yaitu Opu Daeng Celak yang saat itu sedang menjabat sebagai Raja Muda di Kesultanan Riau yang telah lebih dahulu mendatangkan pekerja dari Cina daratan untuk tambang timah di Kesultanan Riau dan berhasil dengan baik. Namun demikian saat itu Panembahan Mempawah mendatangkan orang-orang Cina untuk pekerja tambang (emas) pertama kali adalah berjumlah 20 orang (kemungkinan para pakar mencari emas) yang sebelumnya telah bekerja di Kesultanan Brunei.
Setelah itu didirikanlah pertambangan emas yang dikerjakan oleh orang-orang Cina yaitu di daerah Mandor yang saat itu merupakan wilayah Panembahan Mempawah. Setelah beberapa tahun mengerjakan tambang emas di Mandor ini, para pakar pencari emas dari Cina ini kemudian mengindikasikan satu tempat tak begitu jauh dari Mandor yang disinyalir banyak mengandung emas. Namun wilayah itu adalah wilayah kekuasaan dari Kesultanan Sambas yaitu daerah yang bernama Montraduk. Maka kemudian utusan pekerja tambang emas Cina ini menghadap Sultan Sambas mengenai potensi emas di Montraduk ini. Mendengar hal demikian Sultan Sambas kemudian mengijinkan untuk membuka tambang emas di Montraduk oleh orang-orang Cina dengan syarat bagi hasil yaitu sebagian hasil emas adalah untuk pekerja tambang dari Cina ini dan sebagian hasil yang lain adalah untuk Sultan Sambas sebagai pemilik Negeri. Maka kemudian dibukalah tambang emas di Montraduk pada sekitar tahun 1750 M yaitu tambang emas kedua setelah di Mandor.
Sungguh di luar dugaan bahwa potensi emas di wilayah Kesultanan Sambas ini sangat melimpah ruah. Setelah Montraduk berturut-turut dibuka lagi tambang emas di Seminis, Lara, Lumar yang semuanya di wilayah Kesultanan Sambas dan memberikan hasil emas yang sangat memuaskan. Sebagai dampaknya gelombang kedatangan orang-orang China semakin melimpah ke wilayah Kalimantan Barat ini khususnya di wilayah Kesultanan Sambas. Mereka berdatangan berdasarkan pertalian keluarga, sekampung halaman atau sesama kumpulan sehingga kemudian pada sekitar tahun 1770 M telah ada sekitar lebih dari 20.000 orang-orang Cina pekerja tambang emas di wilayah Kalimantan Barat ini yang sekitar 70 % dari jumlah pekerja tambang emas itu adalah berada di wilayah Kesultanan Sambas yang berpusat di Montraduk.
Pada sekitar tahun 1775 M datang pemuka masyarakat Hakka dari China yang bernama Lo Fong Pak ke daerah Kongsi yang ada di Wilayah Kesultanan Sambas.
Pada Tahun 1776 M 14 buah Kongsi yang ada di wilayah Kalimantan Barat ini yaitu 12 Kongsi di wilayah Kesultanan Sambas yang berpusat di Montraduk dan 2 buah Kongsi di wilayah Panembahan Mempawah yang berpusat di Mandor menyatukan diri dalam wadah lembaga yang bernama Hee Soon yaitu untuk memperkuat persatuan diantara mereka dari ancaman pertempuran antara sesama Kongsi seperti yang telah terjadi antara Kongsi Thai Kong dan Lan Fong di tahun 1774 M yang lalu. Salah satu dari 14 Kongsi itu adalah Kongsi Lanfong yang dihidupkan lagi oleh Lo Fong Pak dengan Lo Fong Pak sendiri yang menjadi ketuanya.
Setahun kemudian yaitu pada tahun 1777 M Lo Fong Pak memindahkan lokasi Kongsi Lan Fong ke lokasi lain dimana lokasi Kongsi Lan Fong yang baru ini tidak lagi diwilayah Kesultanan Sambas tetapi adalah di wilayah Panembahan Mempawah yaitu Mandor (Tung Ban Lut).
Walaupun telah mempunyai Kelompok Induk yaitu Hee Soon, Kongsi-Kongsi ini tetap menyatakan tunduk dibawah Sultan Sambas dan Panembahan Mempawah dimana 12 Kongsi tunduk dibawah naungan Sultan Sambas dan 2 Kongsi tunduk dibawah naungan Panembahan Mempawah. Namun Kongsi-Kongsi diberi kewenangan untuk mengangkat pemimpin Kongsi dan mengatur pertambangan serta wilayah sekitarnya sesuai dengan lokasi tambangnya (semacam daerah otonomi distrik).
Di Mandor, Lo Fong Pak, Ketua Kongsi Lan Fong kemudian menyatukan orang-orang Hakka yang ada di wilayah Mandor dalam organisasi yang bernama San Shin Cing Fu (karena di wilayah Mandor saat itu juga terdapat orang-orang Cina selain Suku Hakka / Khek yaitu orang Thio Ciu, berbeda dengan Kongsi-kongsi Cina yang ada di wilayah Kesultanan Sambas yang seluruhnya adalah dari Suku Hakka / Khek).
Pada tahun 1778 M terjadi peninggkatan derajat kekuasaan di daerah Muara Sungai Landak dimana Syarif Abdurrahman Al Qadri yang tadinya Ketua dari Kampung Pontianak (terbentuk pada tahun 1771 M) yang terletak di Muara Sungai Landak kemudian pada tahun itu mengangkat dirinya menjadi Sultan pertama dari Kesultanan Pontianak. Berdirinya Kesultanan Pontianak di Muara Sungai Landak ini kemudian menimbulkan protes keras dari Raja Kerajaan Landak karena secara historis wilayah muara Sungai Landak adalah merupakan daerah kekuasaan Kerajaan Landak. Namun VOC Belanda karena kepentingan ekonomi terhadap daerah muara Sungai Landak ini kemudian berdiri di belakang Kesultanan Pontianak sehingga membuat Raja Landak mengendurkan protes kerasnya.
Berkuasanya Sultan Syarif Abdurrahman di muara Sungai Landak sedikit banyak membuat Kongsi Lan Fong bergantung pada aktifitas di muara sungai itu sehingga inilah salah satu yang kemudian membuat Lo Fong Pak lebih dekat kepada Sultan Pontianak dibandingkan kepada Panembahan Mempawah padahal Kongsi Lan Fong saat itu masih dibawah naungan dari Panembahan Mempawah.
Pada tahun 1789 M, Sultan Pontianak dengan dukungan Belanda melakukan serangan terhadap Panembahan Mempawah dengan tujuan merebut wilayah Panembahan Mempawah. Untuk mendukung serangan ini Sultan Pontianak saat itu juga mengajak Lo Fong Pak (Kongsi Lan Fong untuk ikut serta dalan serangan kepada Panembahan Mempawah ini dan Kongsi Lan Fong kemudian juga mengirimkan pasukannya membantu pasukan Sultan Pontianak. Menghadapi serangan ini, Panembahan Mempawah kalah yang kemudian Raja Panembahan Mempawah yaitu mengundurkan dirinya ke daerah Karangan dan kemudian menetap disana.
Sejak saat itu hubungan Lo Fong Pak (Kongsi Lan Fong) dengan Sultan Pontianak menjadi semakin kuat dan dekat sehingga kemudian Lo Fong Pak (Kongsi Lan Fong) diberikan kewenangan yang lebih luas lagi (semacam daerah otonomi khusus) namun tetap berada dibawah naungan Kesultanan Pontianak. Peristiwa ini terjadi ketika usia Lo Fong Pak mencapai usia 57 tahun yaitu pada sekitar tahun 1793 M.
Cara Pemilihan Ketua Kongsi Lan Fan saat itu menurut pemahaman zaman sekarang ini adalah sangat demokratis yaitu Ketua Kongsi dipilih melalui pemilihan umum oleh seluruh warga Kongsi. Karena cara pemilihan ini sehingga oleh sebagian orang yang menterjemahkan tulisan Yap Siong Yoen (anak tiri dari Kapitan Kongsi Lan Fang yang terakhir)dan tulisan J.J. Groot (sejarawan Belanda) mengenai Kongsi Lan Fang yang di interpretasikan terlalu jauh sehingga Kongsi Lan Fang diartikan adalah "Republik Lan Fang" padahal didalam kedua-dua tulisan itu tidak ada kata Republik. Disamping itu kata Republik adalah untuk sebutan bagi suatu negara / wilayah yang merdeka sedangkan Kongsi Lan Fang saat walaupun mendapat status otonomi khusus namun tetap berada dibawah naungan Kesultanan Pontianak sehingga bukan merupakan suatu negara merdeka. Oleh karena itu apa yang disebut sebagai "Republik Lan Fang" itu tidak pernah ada, yang ada adalah Kongsi Lan Fang yang mendapat status otonomi khusus dari Sultan Pontianak.
Lo Fang Pak kemudian terpilih kembali melalui sistem pemilihan umum untuk menjabat sebagai Ketua Daerah Otonomi Kongsi Lan Fong, dan diberi gelar dalam bahasa Mandarin "Ta Tang Chung Chang" atau Kepala Daerah Otonomi. Peraturan Kongsi Lan Fong menyebutkan bahwa posisi Ketua dan Wakil Ketua Kongsi Lan Fong harus dijabat oleh orang yang berbahasa Hakka.
Pusatnya tetap di Mandor dan Ta Tang Chung Chang (Ketua Kongsi) dipilih melalui pemilihan umum. Menurut aturannya, baik Ketua maupun Wakil Ketua Kongsi harus merupakan orang Hakka yang berasal dari daerah Ka Yin Chiu atau Thai Pu. Benderanya berbentuk persegi empat berwarna kuning, dengan tulisan dalam bahasa Mandarin "Lan Fang Ta Tong Chi". Bendera Lo Fong Pak (Ketua Kongsi Lan Fong) berwarna kuning berbentuk segitiga dengan tulisan "Chuao" (Jenderal). Para pejabat tingginya memakai pakaian tradisional bergaya Tionghoa, sementara pejabat yang lebih rendah memakai pakaian gaya barat. Kongsi Lan Fong tersebut mencapai keberhasilan besar dalam ekonomi dan stabilitas keamanan selama 19 tahun kepemimpinan Lo Fang Pak.
Dalam tarikh negara samudera dari Dinasti Qing tercatat adanya sebuah tempat dimana orang Ka Yin (dari daerah Mei Hsien) bekerja sebagai penambang, membangun jalan, mendirikan negaranya sendiri, setiap tahun kapalnya mendarat di daerah Zhou dan Chao Zhou (Teochiu) untuk berdagang. Sementara dalam catatan sejarah Kongsi Lan Fong sendiri terungkap bahwa setiap tahun mereka membayar upeti kepada Dinasti Qing seperti Annan (Vietnam).
Kejatuhan Lan Fong Kongsi
Lo Fong Pak meninggal pada tahun 1795, tahun kedua dideklarasikannya Daerah Otonomi Khusus tersebut (1793). Ia telah hidup di Kalimantan lebih dari 20 tahun. Pada usia ke 47 berdirinya Kongsi Lan Fong tersebut, yaitu pada masa pemerintahan Ketua Kongsi kelima, Liu Tai Er (Hakka: Liu Thoi Nyi), Belanda mulai aktif melakukan ekspansi di Indonesia dan menduduki wilayah tenggara Kalimantan. Liu Tai Er terbujuk oleh Belanda di Batavia (kini Jakarta) untuk menandatangani kesepakatan kerjasama dengan Belanda. Penandatanganan kesepakatan tersebut kemudian membuat Kongsi Lan Fong dalam pengaruh Belanda. Munculnya pemberontakan penduduk asli semakin melemahkan Kongsi Lan Fang. Kongsi Lan Fang kemudian kehilangan otonomi dan beralih dari daerah dibawah naungan Sultan Pontianak menjadi sebuah daerah protektorat Belanda. Belanda membuka perwakilan kolonialnya di Pontianak dan mengendalikan sepenuhnya Kongsi Lan Fong.
Pada tahun 1884 M Kongsi Thai Kong yang berpusat di Montraduk menolak diperintah oleh Belanda, sehingga Kongsi Tahi Kong diserang oleh Belanda. Belanda berhasil menduduki Thai Kong Kongsi, namun kongsi tersebut mengadakan perlawanan selama 4 tahun. Perlawan Kongsi Thai Kong terhadap Belanda ini juga kemudian melibatkan Kongsi Lan Fong sehingga Kongsi Lan Fong kemudian juga diserang Belanda dan ditaklukkan Belanda, menyusul kematian Liu Asheng (Hakka: Liu A Sin), Ketua Kongsi Lan Fong yang terakhir. Sebagian warga Kongsi Lan Fong kemudian mengungsi ke Sumatera. Karena takut mendapat reaksi keras dari pemerintahan Qing, Belanda tidak pernah mendeklarasikan Lan Fong sebagai koloninya dan memperbolehkan seorang keturunan mereka menjadi pemimpin boneka.
Daftar Ketua Kongsi Lanfang
Daftar Ketua Kongsi yang pernah memimpin Daerah Otonomi Kongsi Lanfang (1777 - 1793 ) dan Daerah Otonomi Khusus Kongsi Lanfang dari tahun 1793 - 1884.
| Nama Ketua Kongsi | Periode | Keterangan |
|---|---|---|
| Lo Fangpak | 1777-1795 | Pendiri Kongsi Lanfang di Mandor pada tahun 1777 |
| Kong Meupak | 1795-1799 | Perang dengan Panembahan Mempawah |
| Jak Sipak | 1799-1803 | Konflik dengan orang Dayak dari Landak |
| Kong Meupak | 1803-1811 | |
| Sung Chiappak | 1811-1823 | Ekspansi tambang di Landak |
| Liu Thoinyi | 1823-1837 | Sudah di bawah pengaruh kolonial Belanda |
| Ku Liukpak | 1837-1842 | Konflik dengan Panembahan Landak dan kemerosotan kongsi |
| Chia Kuifong | 1842-1843 | |
| Yap Thinfui | 1843-1845 | |
| Liu Konsin | 1845-1848 | Pertempuran dengan orang Dayak dari Landak |
| Liu Asin | 1848-1876 | Ekspansi tambang ke kawasan Landak |
| Liu Liongkon | 1876-1880 | |
| Liu Asin | 1880-1884 | Kejatuhan Lanfang Kongsi pada tahun 1884 |
